Senin, 27 Februari 2017

konstruksi panel standar PUIL

Komponen yang seringkali ada pada PHB

YIT87
konstruksi pintu PHB
a. Sakelar, Pemisah, Pengaman Lebur dan Pemutus

    Sakelar, pemisah dan pemutus yang dipasang pada PHB harus mempunyai kutub yang jumlahnya sekurang kurangnya sama dengan banyaknya fase yang digunakan, semua kutub harus dapat dibuka atau ditutup secara serentak. Dan dipasang sedemikian rupa sehingga bagian yang bergerak tidak bertegangan dalam keadaan sakelar terbuka, dan tidak dapat menutup sendiri oleh gaya berat bagian bergerak tersebut.


b. Instrumen ukur dan Indikator
lampu indikator
       Instrumen ukur dan indikator yang dipasang pada PHB harus terlihat jelas dan harus ada petunjuk tentang besaran apa yang dapat diukur dan gejala apa yang ditunjukan, terhindar terhadap kemungkinan pengaruh induksi listrik sekitar, terlindung dari suhu yang melampaui suhu kerja maksimum, bebas dari getaran mekanik atau pengaruh lain yang dapat menurunkan mutu/akurasi instrumen ukur/indikator dan harus selalu terpelihara kehandalannya secara berkesinambungan dapat menampilkan penunjukan yang benar sesuai dengan peruntukannya. Pada pengawatan instrumen ukur dan indikator dalam PHB atau panel distribusi harus menggunakan kabel fleksibel yang mempunyai pelindung elektrik yang dapat dihubungkan dengan saluran pembumian.

konstruksi dalam PHB
c. Penghantar rel

      Rel yang digunakan pada PHB harus terbuat dari tembaga atau logam lain yang memenuhi persyaratan sebagai penghantar listrik dan besar arus yang mengalir dalam rel tersebut harus diperhitungkan sesuai kemampuan rel sehingga tidak akan menyebabkan suhu lebih dari 650 C. Lapisan yang digunakan untuk memberi warna rel dan saluran harus dari jenis yang tahan terhadap kenaikan suhu yang diperbolehkan
d. Komponen gawai kendali

     Komponen gawai kendali seperti tombol, sakelar, lampu, sinyal, sakelar magnet dan kawat penghubung harus mempunyai kemampuan sesuai dengan penggunaannya dan harus mempunyai tanda atau warna yang memudahkan operator untuk melayaninya, untuk penghantar atau kabel yang digunakan pada gawai kendali harus sekurang kurangnya 1.0 mm2 kecuali penghantar atau kabel yang sudah terpasang dalam gawai kendali itu.

e. Terminal dan sepatu kabel
 

      Teminal harus terbuat dari paduan tembaga atau logam lain yang memenuhi persyaratan yang berlaku,dudukan terminal tersebut harus terbuat dari bahan isolasi yang tidak mudah pecah atau rusak oleh gaya mekanis dan termis dari penghantar yang disambung pada terminal tersebut atau sekurang kurangnya harus sama kekuatannya dengan kemampuan sakelar dari sirkit yang bersangkutan.

      Sepatu kabel harus dibuat dari bahan yang sesuai dan kuat, dan ukurannya harus sesuai dengan kabel yang akan dipasang, untuk sepatu kabel yang terbuat dari bahan alumunium tidak boleh disambung dengan kabel tembaga atau sebaliknya kecuali dengan menggunakan bimetal, dan pemegang kabel harus dapat memikul gaya berat, gaya tekan, dan gaya tarik yang ditimbulkan oleh kabel yang akan dipasang sehinga gaya-gaya tersebut tidak akan langsung dipikul oleh gawai listrik yang lain.


sumber dari module produktif teknik instalasi listrik smkn 1 paringin

Minggu, 26 Februari 2017

Motor Listrik

Motor Arus Searah 

    Dilihat dari sudut kegunaan utamanya, mesin listrik arus searah dapat di bagi menjadi dua kelompok utama yaitu: motor - motor listrik dan generator atau sering disebut dinamo.

     
     Dalam konvensi Energi, baik dari Energi  Eistrik ke Energi Mekanik(Motor) atau dari Energi Mekanik ke Energi Listrik(Generator) selalu melalui suatu medium medan magnit.Dalam hal ini ada 3 parameter yang selalu berinteraksi yaitu:

  1.  Fluksi Magnit
  2.  Kondutor berarus 
  3.  Gerak (Force)   

Ketiga parameter tersebut dipenuhi dengan adanya:
  1. Kumparan Medan
  2. Kumparan Jangkar
  3. Sistem Poros dan Bantalan
Mesin Listrik arus searah terdiri dari lima bagian utama yaitu:
  1. Poros yang terbuat dari baja
  2. Inti Rotor terbuat dari plat dinamo
  3. Kumparan Rotor
  4. Kumparan Medan
  5. Komutator dilengkapi dengan lamel-lamel sebagai terminal kumparan jangkar motor.

A. Stator/Rangka Gandar

       Pada mesin arus searah, gandar berfungsi sebagai bagian dari rangkaian megnetik yang biasanya dibuat dari besi tuang. pada gandar terdapat seperangkat kutub-kutub medan tersebut.


B. Kumparan Medan

        Kumparan medan juga dikenal dengan kumparan penguat untuk menghasilkan medan magnit pada kutub utama (main pole). Gambar dibawah ini menunjukkan penempatan kumparan medan pada inti kutub.




C. Rotor/ Jangkar

        Rotor mesin arus searah dilengkapi dengan komulator dengan lamel-lamel sebagai terminal kumparan jangkar motor dan dipasangkan pada poros. Rotor dibuat dari plat tipis baja campuran dalam bentuk tertantu. alur-alur pada jangkar dibuat untuk meletakkan lilitan jangkar.


D. Bantalan (Bearing)

Bantalan pada motor berfungsi sebagai:
  1. Memperlancar gerak putar poros
  2. Mengurangi gesekan putaran dan perlu diberi pelumas
  3. penstabil poros terhadap gaya horizontal dan gaya vertikal poros motor.
Menurut tipe bantalan (bearing)dapat dibedakan antara lain Bantalan Peluru, Roller dan Bos.

Tipe Peluru


Tipe Roller

Tipe Bos
E. Tutup (end plate)

       pada setiap motor atau generator mempunyai 2 bua tutup, masing-masing ditempatkan pada dua sisi rangka di ikat dengan baut. kedua tutup tersebut berfungsi sebagai:
  1. Dudukan bantalan poros motor/ dinamo
  2. Titik senter antara rotor/ poros dengan rumah stator
  3. Pelindung bagian dalam motor/ dinamo





sumber artikel :   Module produktif melilit motor listrik, teknik instalasi tenaga listrik, smkn 1 paringin